Modul 01 · Memulai

Tiga alat, lima langkah

Power Query, Data Model, dan PivotChart: siapa mengerjakan apa dalam perjalanan dari 12 file ke dashboard.

Langkah demi langkah5 menitMateri 3 dari 37 Gratis

Sebelum mengklik apa pun, lihat dulu peta perjalanannya. Seluruh kursus hanya memakai tiga alat yang sudah ada di Excel, dan namanya terdengar lebih seram daripada kenyataannya. Di materi ini Anda mengenal lima langkah kerjanya dan alat yang mengerjakan tiap langkah, lalu mencoba dashboard jadinya.

Diagram lima kotak bernomor dari kiri ke kanan dengan panah: 1 Get (From Folder), 2 Combine (Combine Files), 3 Clean (Power Query), 4 Relate (Data Model), 5 Present (PivotChart). Kurung berwarna di bawahnya: Power Query untuk kotak 1 sampai 3, Data Model untuk kotak 4, PivotChart untuk kotak 5. Strip paling bawah membandingkan VLOOKUP (kolom bantu di 1.056 baris dan #N/A, bertanda silang merah) dengan Data Model (satu garis relationship, bertanda centang hijau). Di bawah tiap kurung tertulis letak tombolnya: Data → Get Data, Power Pivot → Manage, dan Insert → PivotChart. Perbesar
Lima langkah kerja kursus ini dan tiga alat yang mengerjakannya.

Klik angka di gambar atau di daftar ini untuk menyorot areanya.

Langkah demi langkah

  1. Langkah 1: Ikuti lima kotak di gambar dari kiri ke kanan: Get (nomor 1), Combine (nomor 2), Clean (nomor 3), Relate (nomor 4), dan Present (nomor 5). Tiga kotak pertama dikerjakan oleh Power Query, si tukang bersih-bersih: ia mengambil data mentah dan merapikannya sesuai instruksi Anda.

    Tips: Ingat satu kalimat ini: Power Query merekam langkah, bukan hasil. Copy-paste hanya memberi tabel sekali jadi; Power Query menyimpan resepnya. Bulan depan datanya bertambah? Cukup klik Data → Refresh All, dan semua langkah dijalankan ulang otomatis.

  2. Langkah 2: Lihat kotak Relate (nomor 4) dan strip perbandingan di bagian bawah gambar (nomor 6). Tabel transaksi hanya menyimpan kode seperti D04 dan K08, bukan nama Marketing atau Iklan & Promosi, supaya filenya ringan dan bebas salah ketik. Data Model yang menyambungkan kode ke namanya: satu garis relationship berarti "setiap ketemu D04, artinya Marketing", dan sambungan itu otomatis berlaku untuk data baru.

    Hati-hati: Cara lama dengan VLOOKUP berarti menambah kolom bantu di 1.056 baris: file membengkak, #N/A sering muncul, dan rumusnya harus ditarik ulang setiap ada data baru. Di kursus ini Anda tidak menulis satu pun VLOOKUP.

  3. Langkah 3: Kotak Present (nomor 5) dikerjakan oleh PivotChart, grafik yang bisa "diputar" sesuka hati. Lihat hasil akhirnya: buka Dashboard Expense - CONTOH JADI.xlsx (kalau muncul bar kuning, klik tombolnya, mis. Enable Editing), lalu klik Marketing di slicer Departemen. Keempat grafik dan kartu KPI langsung ikut berubah.

    Tips: Anda tidak perlu membuat PivotTable dulu. Cukup Insert → PivotChart, dan Excel membuatkan tabel pivotnya di belakang layar (Modul 6).

    Hati-hati: Setelah mencoba, klik ikon Clear Filter (corong bertanda ✕) di pojok kanan atas slicer, lalu tutup file contoh jadi tanpa menyimpan (Don't Save). Latihan tetap dikerjakan di file KOSONGAN.